Rabu, 01 Januari 2014

Lomba Resensi Novel Takbir Rindu di Istanbul



Ikutan yukk….. Baca Satu Buku dapat hadiah Paket Buku. Caranya mudah kok, baca novel Takbir Rindu di Istanbul, terbit Nopember 2013, lalu buat resensinya. 
Ini nih persyaratannya :
1.    Resensi harus asli karya sendiri dan belum pernah dimuat di mass media. Tulis resensi seunik dan semenarik mungkin ya. Sertakan cover dan identitas buku sebagaimana yang ada di bagian bawah pengumuman ini.
2.      Semua peserta wajib follow Twitter dan Facebook penerbit dan penulis (kalau nggak punya twitter, FB aja gpp)
Facebook dan Twitter Penerbit :  Puspa Swara Publisher, @puspa_swara
Facebook dan Twitter Penulis  : Pujia Achmad, @pujiaachmad
3.    Posting resensi di blog pribadi, atau notes facebook dan tag 15 teman (termasuk Pujia Achmad dan Puspa Swara Publisher). Atau kalau kamu punya akun goodreads, posting di Review goodreads  juga yaaa.
4. Tweet link postingan resensimu (untuk yang punya twitter) jangan lupa mention @puspa_swara dan @pujiaachmad,  dan Kirim juga link postingan kamu ke 2 alamat email berikut ini :  yuni@puspa-swara.com, bene@puspa-swara.com.
5.        Lomba diadakan selama 2 bulan, dari 3 Januari  2014 sampai 3 Maret  2014.  
6.        Juri berasal dari Penerbit Puspa Swara sebagai berikut :
a.      Yuni Harlinawati
b.      Benedicta
7.        Pemenang akan diumumkan pada tanggal 15 Maret 2014
8.        Akan dipilih 5 pemenang dan 1 pemenang favorit pilihan Penulis
a.  Lima Pemenang memperoleh paket buku keren dari penerbit Puspa Swara
b. Satu pemenang Favorit Pilihan Penulis akan memperoleh Paket Menarik sebagai berikut : Jilbab Rabbani persembahan Rabbani Reshare Blitar, Voucher Diskon Percetakan 50% persembahan Avicena Zen, Bross Cantik Handmade persembahan Octaviani Nurhasanah dan Tupperware persembahan Triana Dewi.

Ayooo…tunggu apa lagi? Buat resensimu segera.


Best,

Pujia Achmad



Identitas Buku

Judul               : Takbir Rindu di Istanbul
Penulis            : Pujia Achmad
Penerbit          : Puspa Populer, Grup Puspa Swara
Terbit              : Cetakan 1, 2013
ISBN                : 9786028290937
Cover              : Soft Cover
Tebal               : 324 hal.
Harga              : Rp. 55.000,-

Sinopsis          :
 Zaida bersiap mengubur harapannya belajar di Belanda ketika  pemuda saleh bernama Ilham datang meminangnya. Namun rencana pernikahannya  kandas hanya karena ia bukan hafizah, muslimah penghafal Al Qur’an. Kegagalan itulah yang kemudian mengantarkannya ke Sekolah Al Qur’an. Sayangnya, ia tidak lulus. Ia pun terpaksa  pergi ke Belanda dengan membawa luka hati.
Di Belanda, Zaida menemukan cinta. Namun kebahagiaan itu kembali goyah oleh kehadiran bos cantik yang jatuh hati pada suaminya, Salman. Bahkan membuat Salman menghilang. Di tengah situasi itu, takdir kembali mempertemukan  Zaida dengan  Ilham di Istanbul, yang  gundah karena istrinya, Hamidah, belum juga hamil. Akankah dawai asmara masa lalu yang tak sempat berdenting menemukan waktunya? Dapatkah impian Ilham bisa bersatu dengan Zaida menjadi kenyataan ?

Endorsenments :
'Recommended Book! Novel ini memiliki pesan moral yang meng-edukasi tanpa menggurui. Kisah cintanya sangat menyentuh. Bagi Anda yang mendambakan kisah novel romantis Islami, novel ini jawabannya' (Oki Setiana Dewi, Aktris Ketika Cinta Bertasbih)

'A must read book! Cinta tidak mengenal batas teritorial. Begitulah kiranya yang digambarkan dalam novel ini. Bila cinta didasari atas ridha-Nya, cinta akan menemukan jalannya yang indah' (Meyda Sefira, Aktris Ketika Cinta Bertasbih)

'Nggak mau melewatkan satu kalimatpun. Rasanya ikut terbawa dalam setiap adegan. Kisah cinta yang sangat nyata. Jodoh itu rahasia Tuhan. Meski tak berjodoh, tetapi jika Tuhan berkehendak, ia tetap bisa berada di dekat kita. Kalau dijadikan film, saya siap jadi pemainnya' (Nina Septiani, The Winner of World Muslimah Beauty 2012)



Tahun Baru 2014, Semangat Baru



              Menapaki tahun baru, begitu tinggi cita-cita yang ingin kugapai. Berbekal pengalaman tahun 2013, susah, senang, akhirnya berhasil kutulis resolusi yang ingin kuraih tahun 2014. Semoga di tahun yang akan berjalan ini Allah SWT senantiasa memberikan karunia, hidayah dan nikmat-Nya sehingga bisa tercapai semua yang kuharapkan. Aamiin Ya Rabb.

         Mungkin terlalu muluk, tapi bukankah jika kita mengharapkan bintang di langit, jika jatuh, gak akan jauh-jauh amat, bisa jadi turun ke awan. Tapi bila tercapai, kita dapatkan bintang itu. Hehehe.

Pertama, One Day One Juz. Kenapa? Sejak Desember 2013 seorang teman baik hati mengajakku gabung komunitas tilawah Qur’an-nya, One Day One Juz Darussalam 512. Gak tahu juga mengapa pakai 512, apa karena agar bersemangat segigih Wiro Sableng pendekar Kapak 512, hihihi. Tapi aku belum bisa serius waktu itu, suka ngutang. Jadi kalau dipikir, selama bulan Desember itu seringnya bukan ODOJ (One Day One Juz) tapi lebih ke ODHJ (One Day a Half Juz), hehehe. Rasanya kerinduanku untuk bisa One Day One Juz sudah tak tertahankan, seiring berjalannya waktu, aku yang masih memiliki bayi berusia 9 bulan, sangat jarang punya waktu luang untuk bertilawah. Apalagi aku tidak memiliki Asisten Rumah Tangga. Rasanya tilawah menjadi ‘barang mewah’ untukku. Tapi mudah-mudahan dengan kemauan kuat aku bisa melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Memiliki bayi perempuan yang sangat cantik (semoga kelak akhlaq-nya juga cantik) merupakan kebahagiaan tersendiri. Dia mewarisi ‘sisi ganteng’ ayahnya dan ‘sisi cantik’ ibunya :P (PD aja lagi). Tapi kebersamaan dengannya yang bisa kuberikan setelah aku pulang kantor begitu menyita waktu dan sesungguhnya aku merasa itu haknya untuk selalu dalam kasih sayang dan dekapan ibunya. 

Kedua, Meningkatkan ibadah. Diantaranya sholat di awal waktu, rawatib, dhuha dan qiyamul lail. Sebuah kenyataan ketika aku merasa hati begitu tenang dan bahagia saat dekat dengan Allah, terutama pada tengah malam ketika kebanyakan orang terlelap dalam mimpi indah. Satu hal yang harus diingat, manusia hidup ibarat ‘mampir ngombe’ (singgah untuk minum), betapa singkat waktu yang ada. Dan balasan sudah menunggu di hari setelah kematiann. Janganlah hidup yang singkat ini digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna. Time is ibadah. Apapun yang dilakukan, niatkanlah ibadah semoga Allah memberikan ridho-Nya. 

Ketiga, Disiplin Waktu. Ini adalah hal yang mudah diucapkan tapi tidak mudah dilaksanakan. Diantara kedisiplinan itu adalah tidak datang terlambat ke kantor. Dan konsekuensinya, bangun lebih pagi lagi (padahal kalau aku datang terlambat itu, aku sudah bangun jam 3 atau  jam 4 lho). Makanya ketika ada teman kantor yang kompalin, aku hanya bisa sebel dan membatin dengan gemes ‘Kalau kita sama2 terlambat, aku beda dengan kamu kali, kalau kamu terlambat karena molor, bangun kesiangan, tapi kalau aku terlambat, karena aku urus suami dan dua balitaku. Gimana nggak molor, urus suami, nggak (suaminya bekerja di luar pulau), urus anak/istri, paling-paling juga nggak (istri-istri ibu rumah tangga), ada juga yang istrinya bekerja tapi anak-anaknya sudah mandiri, ngapain juag terlambat ke kantor’. Tapi aku hanya tersenyum, ungkapan itu hanya gerutuku dalam hati. Sisi positifnya, kita tidak bisa mengatur orang-orang di sekitar kita berkomentar sesuai harapan kita, mulut mulut  mereka sendiri, ya terserah mereka mau ngomong apa. Tapi kedisiplinan harus tetap ditegakkan, apa pun kondisi kita. Iya, aku paham itu. Semua pilihan ada konsekuensinya. Ketika kita memilih untuk berkarier ya harus mentaati aturan yang ada, tanpa alasan apa pun. Tapi setelah aku merasakan ribetnya wanita karier yang punya bayi dan tidak memiliki Asisten Rumah Tangga, aku lebih berhati-hati bicara pada orang dengan kondisi sama. Ya karena aku merasakannya. Jadi aku lebih bisa berempati, tidak saja sekedar simpati. Selain itu juga disiplin dalam menerapkan deadline pekerjaan maupun tulisan. Karena pasti akan lebih membawa manfaat dan barokah dengan tepat waktu daripada mengulur-ulurnya. Kalau bisa cepat, mengapa harus lambat?

Keempat, Menyelesaikan 4 novel dan 1 tulisan non fiksi. Syukur-syukur kalau bisa terbit semuanya. Menulis itu selain memberi kebahagiaan batin, juga untuk mencerdaskan otak  karena selalu terasah dan alasan penting lainnya, agar aku  memiliki banyak dunia sehingga tidak mudah stres. Ada satu novel request dari seseorang tersayang, yang meminta kisah hidupnya diabadikan dalam sebuah novel. Dan aku sudah memiliki konsepnya. Semoga ke depan dimudahkan mewujudkan novel itu. Bagus dan best seller sesuai harapannya. 

Kelima, (meminjam istilah teman), Selesai dengan diriku sendiri. Manusia memiliki banyak masalah dengan dirinya sendiri, termasuk juga aku. Ternyata godaan setan itu bisa berupa apa saja. Perasaan marah, benci, kesal, sakit hati, dan lain sebagainya. Kalau tidak selesai dengan diri sendiri, bagaimana bisa menyelesaikan masalah keluarga, kantor, masyarakat juga umat (hehehe sekai-kali bergaya kayak ustadzah)? Aku akan berusaha me-menage semuanya dengan lebih baik. Bukanlah jihad juga namanya ketika kita berusaha mengendalikan hawa nafsu?(*)

Minggu, 29 Desember 2013

BAHKAN UNTUK CEMBURU PUN AKU TAK MAMPU



Aku mengenal keluarga itu sejak kecil. Panggil saja namanya Pak Bambang dan Bu Dewi. Mereka adalah keluarga paling kaya di lingkungan kami. Seingatku, waktu aku kecil, rumah itu adalah salah satu dari sedikit rumah yang memiliki televisi. Waktu kecil, aku sering nonton TV di rumah itu maklum orang tuaku masih menganggap televisi tidak terlalu penting, daripada buat beli televisi mending uangnya untuk biaya sekolah anak-anak plus agar anak-anak lebih banyak belajar daripada nonton TV.  Saat penayangan miniseri Friday 13th tiap malam Jum’at,  rumah keluarga itu penuh sesak oleh anak-anak kecil sampai remaja yang tertantang untuk lihat film horor terkenal tahun 1980-an itu.  

Aku tidak tahu konflik apa sebenarnya yang terjadi dalam keluarga itu, semasa kecil aku sering melihat Bu Dewi dengan penuh emosi dan air mata melempar semua barang-barang keluar rumah. Setelah aku SMP, aku mulai paham. Pak Bambang yang bekerja sebagai aparatur Kelurahan sering memiliki ‘selir’ kalau tidak boleh dikatakan selingkuhan. Selalu gonta-ganti perempuan. Dan itu berlangsung hingga aku bekerja. Sungguh bukan waktu yang singkat. Menurut pengakuan Bu Dewi, sepanjang pernikahannya, Pak Bambang selalu memiliki perempuan lain selain dirinya dan selalu berganti-ganti.

Kalau ditelusuri, Bu Dewi-lah yang menjadi sumber kekayaan keluarga itu, karena orang tuanya tuan tanah dan memiliki sawah berpuluh-puluh hektar yang kemudian diwariskannya pada perempuan manis itu. Sementara Pak Bambang hanya berprofesi sebagai aparat Kelurahan yang dibayar dengan tanah bengkok (sawah milik Pemerintah) yang berhak mengelola selama menjabat sebagai aparatur. Jadi tanpa gaji bulanan. Namun memang prestise di masyarakat berbeda. Aparat seolah memiliki derajat yang lebih tinggi.

Selama kurun waktu puluhan tahun itu dengan puluhan wanita simpanan, Pak Bambang telah menguras harta yang tidak sedikit, dan Bu Dewi hanya mampu menangis. Suatu ketika Bu Dewi curhat pada  ibuku sambil menangis.
“Dia baru saja menjual sawah karena Nita simpanannya minta dibelikan perhiasan yang banyak”
“Bu, mengapa diam saja diperlakukan seperti itu?” protes ibuku.
Dan alasan Bu Dewi membuatku tercengang.
“Aku sangat mencintainya. Aku sadar, aku semakin tua, tidak bisa memuaskan hasratnya. Tapi aku yakin hatinya masih untukku. Dia akan tetap kembali padaku. Dari semua petualangannya itu tidak ada yang bisa memahami dia selain aku. Makanya ia tidak pernah berhenti pada satu wanita, karena wanita-wanita itu tidak ada yang bisa menentramkan batinnya. Pada wanita-wanita itu ia hanya mendapatkan kepuasan sesaat, tapi padakulah ia peroleh ketenangan jiwa. Satu keyakinanku, suatu hari nanti dia akan insyaf dan menangis di kakiku setelah puas dengan petualangannya. Hanya akulah wanita terbaik dalam hidupnya.”
Ibuku yang masih tidak bisa menerima jawabannya mengejarnya dengan kalimat lain.
“Tapi Bu, kalau Bu Dewi diam saja, akan semakin semena-mena Pak Bambang sama Ibu.”
“Aku sudah pernah mengungkapkannya. Tapi dia yang sedang mabuk kepayang pada ledhek (perempuan penari Jawa pada sebuah pertunjukan tayub)  itu mengancam meninggalkanku. Kalau dipikir, secara materi aku menang, karena semua harta adalah milikku, tapi bagaimana hidupnya tanpa aku. Dan bagaimana anak-anak tanpa ayah. Rasanya untuk cemburupun aku tak mampu. Semua demi anak-anak.”
Meskipun sedikit geram karena kaumku diperlakukan seperti itu, aku hanya bisa mengelus dada. Memang kekuatan cinta teramat dasyat, saking dasyatnya, disakiti berkali-kali pun akan tetap tegar dan tetap setia menunggu.
Setelah menikah aku dan keluargaku pindah rumah, dan tidak tahu kabar mereka lagi. Dengar-dengar Pak Bambang telah insyaf dan menyudahi petualangannya, mungkin ia ingin bertobat dari gelimang dosa yang ternyata tidak bisa membuat hatinya tenang dan bahagia. Karena sesungguhnya kebahagiaan cinta yang hakiki adalah ketika cinta berada dalam naungan ridho-Nya dan tidak keluar dari jalan-Nya yang lurus. (TULISAN INI DIIKUTKAN KUIS GA A MIRACLE OF TOUCH)







Yuhuu! Akhirnya ketemu juga kita di quiz GA novel A Miracle of Touch :)
Sebelumnya simak dulu yang berikut ini ya :

"Ada banyak kisah nyata tentang keajaiban cinta di sekeliling kita, tentang cinta seorang suami pada istri yang mengalami kecacatan mental, tentang cinta seorang pengemis yang sanggup menembus kobaran api demi menyelamatkan kucing-kucing yang terperangkap di dalam gedung,  tentang kasih sayang seekor hewan pada majikannya yang sudah tiada hingga ia sanggup menziarahi makam majikannya setiap hari, dan lain sebagainya.


Kamu, atau orang yang kamu kenal, punya pengalaman menyentuh tentang keajaiban cinta? Yuk, ikuti quiz GA berikut ini. Ini syarat-syaratnya :

  1. Follow akun twitter @RiawaniElyta dan @RianiKasih, juga dianjurkan untuk join blog ini
  2. Bagikan info tentang kuis ini di dinding FB atau timeline twittermu dengan menyertakan link info lomba dari blog ini, jangan lupa mensyen @RiawaniElyta dan @Gramedia
  3. Tuliskan kisah pengalamanmu atau orang yang kamu kenal tentang keajaiban cinta di blog atau catatan facebook, lalu cantumkan link-nya di kolom komentar di bawah ini dengan menyertakan nama akun twitter dan FB kamu.
  4. Panjang tulisan bebas, nggak harus yang muluk-muluk, yang sederhana tetapi menyentuh juga sangat diapresiasi. Jangan lupa gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ya :)
  5. Sertakan juga cover novel A Miracle of Touch dan alasanmu menginginkan novel ini. Supaya alasanmu lebih ciamik, kamu bisa baca terlebih dulu behind the scene novel ini disini atau cuplikan prolognya disini.
  6. Periode kuis adalah dari tanggal 10 Des - 31 Des 2013.
  7. 3 (tiga) orang pemenang.akan mendapatkan masing-masing 1 (satu) buah novel A Miracle of Touch (Pemenang Berbakat Novel Amore GPU 2012), 1 (satu) buah novel Hawa (Pemenang 2 Novel Amore GPU 2012) dan souvenir key holder Singapore.

Tuh, keren 'kan hadiah-hadiahnya? Selamat mengikuti :)

Salam hangat,
Riawani Elyta 

Selasa, 03 Desember 2013

Novelku yang baru terbit : Takbir Rindu di Istanbul

Sebelum bercerita panjang lebar, aku mau beri info tentang novel ini dulu yaa...



Judul               : Takbir Rindu di Istanbul
Penulis             : Pujia Achmad
Penerbit           : Puspa Populer, Grup Puspa Swara
Terbit               : Cetakan 1, Nopember 2013
Harga              : Rp. 55.000,-

Sinopsis           :
 Zaida bersiap mengubur harapannya belajar di Belanda ketika  pemuda saleh bernama Ilham datang meminangnya. Namun rencana pernikahannya  kandas hanya karena ia bukan hafizah, muslimah penghafal Al Qur’an. Kegagalan itulah yang kemudian mengantarkannya ke Sekolah Al Qur’an. Sayangnya, ia tidak lulus. Ia pun terpaksa  pergi ke Belanda dengan membawa luka hati.
Di Belanda, Zaida menemukan cinta. Namun kebahagiaan itu kembali goyah oleh kehadiran bos cantik yang jatuh hati pada suaminya, Salman. Bahkan membuat Salman menghilang. Di tengah situasi itu, takdir kembali mempertemukan  Zaida dengan  Ilham di Istanbul, yang  gundah karena istrinya, Hamidah, belum juga hamil. Akankah dawai asmara masa lalu yang tak sempat berdenting menemukan waktunya? Dapatkah impian Ilham bisa bersatu dengan Zaida menjadi kenyataan ?

Endorsenments :
'Nggak mau melewatkan satu kalimatpun. Rasanya ikut terbawa dalam setiap adegan. Kisah cinta yang sangat nyata. Jodoh itu rahasia Tuhan. Meski tak berjodoh, tetapi jika Tuhan berkehendak, ia tetap bisa berada di dekat kita. Kalau dijadikan film, saya siap jadi pemainnya' (Nina Septiani, The Winner of World Muslimah Beauty 2012)

'Recommended Book! Novel ini memiliki pesan moral yang meng-edukasi tanpa menggurui. Kisah cintanya sangat menyentuh. Bagi Anda yang mendambakan kisah novel romantis Islami, novel ini jawabannya' (Oki Setiana Dewi, Aktris Ketika Cinta Bertasbih)

'A must read book! Cinta tidak mengenal batas teritorial. Begitulah kiranya yang digambarkan dalam novel ini. Bila cinta didasari atas ridha-Nya, cinta akan menemukan jalannya yang indah' (Meyda Sefira, Aktris Ketika Cinta Bertasbih)